Belajar dari Pendiri Nestle

Alhamdulillah, kemarin tepatnya hari selasa, SMP Al-Hadi kedatangan tamu yang memperkenalkan produk Nestle baru, setiap siswa dan guru diberikan produk tersebut.

Milo Gratis di SMP Al-Hadi

Tetapi dibalik enaknya produk tersebut, kadang-kadang sadar atau tidak sadar ada seseorang dibalik produk tersebut yang bisa kita pelajari.

Lalu siapakah pendiri Nestle tersebut, tujuan beliau menciptakan perusahaan yang terkenal dengan produk susunya tersebut, dan apa saja yang bisa kita pelajari dari perjalanan kehidupannya? mudah-mudahan pertanyaan tersebut bisa di jawab dengan artikel dibawah ini. check this out…hehe


Henri nestlé

Pendiri Nestle


Lahir dengan nama heinrich nestle (10 agustus, 1814 – 7 juli, 1890),

adalah pendiri nestlé s.a., perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia, serta salah satu pencipta utama cokelat susu. Banyak cara untuk memulai usaha. Salah satunya dengan melihat perubahan lingkungan yang terjadi. Henri Nestle, seorang ahli kimia Jerman yang berdomisisl di Vevey Swiss, merasa prihatin dengan tingginya angka mortalitas bayi di akhir abad 19, tepatnya 1866 di Swiss. Pada tahun tersebut beberapa apoteker dilatih untuk mulai mengadakan percobaan dengan berbagai kombinasi susu, tepung terigu dan gula, untuk mengembangkan suatu sumber alternative gizi bayi untuk para ibu tidak mampu menyusui. Dari situlah peluang usaha tercipta, yaitu dari keprihatinan. Nestle akhirnya menciptakan “Farine Lactee henri nestlé ”(tepung susu henri nestlé dalam bahasa perancis), sebagai makanan pendamping bayi yang tidak cukup mendapat Air Susu Ibu (ASI) Farine Lactee ini dijual di berbagai bagian eropa. Pada 1870-an, makanan bayi nestle, yang dibuat dari malt, susu sapi, gula, dan tepung gandum, dijual di as dengan harga $0,50 per botol.
Dari makanan tersebut, banyak bayi yang terselamatkan jiwanya pada saat itu., yang menjadikan Nestle mendapat kepercayaan masyarakat.
 

 

Pelanggan pertama Nestle adalah bayi premature yang tidak dapat meminum susu ibunya. Setelah Farine Lactee menyelamatkan banyak bayi, akhirnya Nestle dapat menjual produk tersebut ke seluruh Eropa. Henri Nestle juga memberikan pemahaman awal tentang merek dan kepemilikannya. Ia menggunakan namanya untuk lambang perusahaannya, yaitu Nestle. Pada 1874, Nestle mengeluarkan produk susu kental. Produk tersebut bersaing ketat dengan produk susu kental dari perusahaan Anglo-Swiss. Kemudian Nestle mengeluarkan produk susu-coklat pada tahun 1875. Petrus, seorang teman Henri Nestle merupakan pembuat coklat yang terkemuka di dunia bergabung dengan Nestle. Bahkan pesaing utama Anglo-Swiss, pada tahun 1905 akhirnya juga bergabung.

Mutu merupakan filosofi dari Nestle. Berjuta-juta orang di seluruh penjuru dunia menaruh kepercayaan pada produk Nestle. Kepercayaan merupakan citra mutu dan reputasi untuk memenuhi standar tinggi dari tahun ke tahun. Setiap produk, jasa layanan dan kontak pelanggan membantu kearah pembentukan citra tersebut. Suatu merek dagang Nestle pada suatu produk merupakan janji kepada pelanggan, bahwa produk tersebut aman untuk dikonsumsi, mematuhi peraturan dan standar mutu tinggi. Pelanggan berharap untuk menepati janjinya setiap hari.
Mutu merupakan alat untuk meningkatkan keunggulan bersaing. Jika konsumen tidak puas dengan mutu produk Nestle, maka mereka akan meninggalkannya, mereka akan mengkonsumsi merek lainnya. Oleh karena itu Nestle memberikan penghargaan pada tiap-tiap kategori produk di pasar, tempat mereka bersaing. Mutu memang bukan merupakan jaminan sukses, tetapi merupakan salah satu senjata untuk meraih sukses. Keunggulan bersaing yang berjangka panjang adalah mutu yang mempunyai nilai yang optimal di benak konsumen. Dari nilai yang tinggi tersebut akan menimbulkan kepuasan bagi konsumen, yang akhirnya menjadikan konsumen bertahan dan loyal.
Perusahaan dengan moto “Good Food, Good Life”, sebagai strategi positioningnya, sangat melekat pada masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Perusahaan yang mempunyai misi sebagai perusahaan makanan yang paling besar di dunia ini pada tahun 2003, merupakan perusahaan yang paling mengagumkan dunia (The Most Admired Company in the World) peringkat 39, versi majalah Fortune.Henri nestlé-ehmant meninggal dunia karena serangan jantung pada 7 juli 1890
Pelajaran Pentingnya:
  1. Nestle tercipta karena adanya keprihatinan Henri Nestle kepada kaum ibu yang akan membesarkan generasi-generasi muda yang dapat membawa perubahan yang besar bagi peradaban dunia ini. Rasa peduli terhadap sesama inilah yang menjadi unsur utama sehingga produk ini abadi sampai saat ini. “Orang yang terbaik adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang yang lainnya” (Al-Hadits)
  2. Mementingkan kualitas dan kepercayaan masyarakat.
  3. Motto Good Food Good Life merupakan tujuan yang baik dan diterima di kalangan masyarakat luas juga sesuai dengan kandungan Al-Qur’an “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. ” An-Nahl :114)
Sumber :

Posted on 25 November 2010, in Biography, Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: