Eureka (Simbol Semangat Penemuan Seorang Ilmuwan)

BISMILLAH

Siswa-siswi yang kami banggakan, diantara kehebatan para Ilmuwan-ilmuwan masa lalu adalah dari penemuan-penemuan yang mereka pikirkan, lalu terkadang apa yang mereka pikirkan tersebut bisa langsung mereka realisasikan seperti ide untuk menerangi dunia dan bisa direalisasikan dengan adanya bola lampu oleh Sir Thomas Alva Edison, ataupun terkadang orang lain yang bisa merealisasi apa yang dipikirkannya seperti Sir Edington yang merealisasikan pemikiran Albert Einstein.

Salah satu pengalaman berpikir yang tercatat di dunia ilmu pengetahuan adalah kata Ereuka (kata spontan yang terucap yang menandakan kegirangan atau puncak kebahagiaan karena telah menemukan sesuatu), yang merupakan seruan keberhasilan seorang ilmuwan dalam menemukan jawaban yang selama ini ia pikirkan, dan mungkin jika semua pelajar di indonesia ini mencapai tahap eureka ini  maka pastilah negri ini dipenuhi oleh produk-produk kreatif yang akan bisa meningkatkan kualitas manusia indonesia, sehingga indonesia bisa lebih maju daripada bangsa-bangsa yang lainnya.

Selamat berpikir dan menemukan penemuan baru…EUREKA!!!

Dalam Wikipedia Eureka adalah kata seruan yang digunakan untuk melambangkan penemuan suatu hal. Kata ini berasal dari bahasa Yunani Εὕρηκα/Ηὕρηκα – Heurēka/Hēurēka yang berarti “Aku telah menemukannya.”

Seruan ini terkenal karena digunakan oleh Archimedes. Ia mengucapkan kata “Eureka!” ketika ia masuk kedalam bak mandi dan menyadari bahwa permukaan air naik, sehingga ia menemukan bahwa volume air yang tumpah sama dengan volume tubuhnya. Ia dikatakan gencar untuk membagi penemuannya hingga ia berlari telanjang di Syracuse.

tambahan dari soocax activis kaskus tentang momen eureka

I started the conversation with him in the following way: “Recently I have been working on a difficult problem, today I come here to do battle against that problem with you” We discussed every aspect of this problem. Then suddenly I understood where the key to this problem lay. Next day I came back to him again and said to him without even saying hello, “thank you. I’ve completely solved the problem” 

—Albert Einstein, How I created the theory of relativity—

Artinya  : Saya memulai percakapan dengan dia dengan cara berikut: “Baru-baru ini saya telah bekerja pada suatu masalah sulit, hari ini saya datang ke sini untuk melakukan pertempuran melawan masalah itu dengan Anda” Kami membahas setiap aspek dari masalah ini. Lalu tiba-tiba aku mengerti mana kunci masalah ini terletak. Keesokan harinya saya kembali lagi kepadanya dan berkata kepadanya tanpa menyapa, “terima kasih. Aku sudah benar-benar memecahkan masalah ” 

-Albert Einstein, Bagaimana saya menciptakan teori relativitas-

Terkadang ketika kita kesulitan untuk mencari solusi dari suatu masalah kita, secara tiba-tiba dan dalam kondisi yang tak terduga kita mendapatkan solusi pemecahan masalahnya. Ketika makan, ketika terjatuh, ketika melihat kejadian alam yang sangat biasa, atau bahkan saat kita bermimpi. Momen atau waktu ketika terjadi penemuan pemecahan masalah secara tiba-tiba dan tidak terduga itu disebut dengan momen eureka. Penemuan tak terduga itu sendiri disebut dengan efek eureka atau efek “aha”. Dengan kata lain momen eureka adalah momen ketika kita memperoleh efek eureka.

Ada empat ciri – ciri pemecahan masalah yang diperoleh karena efek eureka :

1. Seseorang telah mencapai kebuntuan dan tidak mendapatkan petunjuk ke arah pemecahan masalahnya.

2. Seseorang biasanya tidak dapat menggambarkan proses mendapatkan solusi dari masalahnya, dan penemuannya seringkali terjadi ketika orang itu sedang memikirkan masalahnya.

3. Solusi dari masalahnya dirasa terjadi secara tiba-tiba.

4. Pemikiran keratif dan kemampuan kognitif lain dari seseorang digunakan dan dihubungkan dengan wawasan yang luas dari masalah tersebut.

Momen Eureka dalam Sejarah

Sir Isaac Newton pada usia ke 23 di tahun 1666 ketika Universitas Cambridge diliburkan karena wabah, Newton kembali ke rumah keluarganya di Lincolnshire. Diceritakan bahwa apel yang jatuh ke tanah telah menginspirasinya untuk menciptakan teori gravitasi universal.

Friedrich August Kekulé von Stradonitz Menemukan stuktur molekul benzene yang berbentuk seperti cincin di tahun 1864 di usianya yang ke 35. Dia bermimpi tentang bentuk-bentuk yang aneh dan bergerak dan juga ular. Dia merekonstruksi ulang mimpinya : “Lihat! Apa itu? Seekor ular menangkap ekornya sendiri, dan bentuknya memutar dengan tertawaan di depan mata saya. Lalu, saya terbangun oleh kilatan cahaya.” Momen ini menjadi momen “aha” paling terkenal di dunia kimia.

Albert Einstein Tahun 1907, pada usia 28 tahun. Dia telah bekerja di Bern, Swiss ketika dia menyatakan “suatu hari menemukan solusi secara tiba-tiba.” Bukannya fokus berpikir pada pemikiran kerjaannya, dia malah berpikir “Jika seseorang jatuh bebas, dia tidak akan merasakan berat tubuhnya.” Lalu dia segera merespon pemikirannya itu : “Saya telah mendapatkannya. Ini adalah eksperimen dari pemikiran sederhana yang membuat kesan mendalam bagi saya.” Dengan menggabungkan kecepatan gerak dan kecepatan gravitasi, Einstein lalu menciptakan karya besarnya, teori relativitas umum. Detail matematikanya dia kerjakan dalam waktu 8 tahun.

Jules-Henri Poincaré Dalam essay terkenal yang berjudul “Mathematical Creation,” Poincare mendapatkan momen ‘aha’ untuk macam-macam gagasan matematika yang disebut sebagai “Fungsi Fuchsian.” Selama dua minggu dia bekerja keras untuk membuktikan sifat khusus dari fungsi ini, tapi dituliskan bahwa dia mencoba nilai yang tepat untuk berbagai kombinasi tetapi tidak mendapatkan hasilnya.

Beberapa hari kemudian dia pergi dari rumahnya di Caen, Prancis, untuk bergabung dengan beberapa koleganya. “At the moment when I put my foot on the step the idea came to me, without anything in my former thoughts seeming to have paved the way for it,” Dia menuliskan juga “On my return to Caen, for conscience’s sake I verified the result at my leisure.”

Sir Paul McCartney Lagu-lagu paling sukses dari Pul McCartney diciptakan pada tahun 1964. “I woke up one morning with a tune in my head and thought, ‘Hey, I don’t know this tune – or do I?’” Teman-temannya meyakinkan padanya bahwa lagu tersebut bukanlah lagu jazz seperti yang ia duga. Lagu tersebut adalah sesuatu yang baru. Di dalam Antologi The Beatles, McCartney mengungkapkan bahwa untuk beberapa minggu lagu yang dia kerjakan berjudul “Scrambled Eggs.” Dengan lirik :“Scrambled eggs, oh, my baby, how I love your legs – diddle diddle – I believe in scrambled eggs.” Lalu dengan judul baru “yesterday” dengan banyak improvisasi pada liriknya, maka terciptalah sebuah lagu yang sangat terkenal itu.

Cara Mendapatkan Momen Eureka

Seringkali kita mengharapkan untuk mendapatkan momen eureka untuk menyelesaikan masalah atau mendapatkan solusi tertentu. Lalu, Bagaimanakah cara untuk memperoleh momen tersebut?

1. Banyak belajar pada masalah (tapi jangan terlalu banyak)

Perlu diketahui bahwa orang-orang yang memperoleh momen eureka tidak begitu saja mendapatkan solusinya tanpa melakukan apapun sebelumnya. Solusi yang datang tiba-tiba itu tidak sepenuhnya datang secara tiba-tiba begitu saja. Diperlukan pengetahuan seputar masalah yang menyangkut dengan sudut pandang, sejarah, cara kerja, dan lain-lain.

Yang perlu diperhatikan, seseorang yang terlalu banyak belajar teori biasanya kurang pengalaman di lapangannya. Pengalaman sangat berbeda dengan pengertian teoritis. Berpikir dalam belajar seperti membaca tentang seekor gajah. Kita dapat mempelajari besarnya, belalainya, matanya, dan sebagainya. Berpikir dalam pengalaman adalah pergi ke kebun binatang, melihat gajah.

Seperti halnya Archimedes yang melihat ketinggian air yang berubah, kita perlu melihat aksi secara nyata di lapangan agar dapat memperoleh sesuatu yang lebih inovatif.

2. Relaksasi

Jangan pernah mengharapkan momen eureka datang ketika pikiran sedang sempit. Pemikiran-pemikiran besar yang didapat secara tiba-tiba diperoleh ketika mereka sedang rileks. Archimedes sedang mandi air hangat. Newton sedang duduk di bawah pohon apel. Einstein sedang ngobrol dengan temannya.

Relaksasi bukan hanya tindakan fisik. Tetapi juga mental. Relaksasi memberikan tempat pada otak kita untuk berpikir kreatif, inovatif dan original.

3. Berdoa

Setelah berusaha jangan lupa berdoa. Karena solusi yang datang secara tiba-tiba ini tidak lepas atas izin dari Yang Maha Kuasa. Berdoa juga dapat menenangkan otak kita.

sumber :

Posted on 18 Desember 2010, in ilmuwan and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: